Pondasi Bangunan Kokoh di Tanah Bergerak
Mau
membangun di area yang cenderung tanahnya bergerak? Sebelum membangun rumah,
ada baiknya cek struktur dan keadaan tanah. Jika Anda membangun di lempengan
tanah yang cenderung bergerak, pasti membutuhkan pondasi dan perlakuan khusus.
Beberapa hal yang harus dilakukan pengecekan yaitu faktor tanah. Karena jenis
tanah sendiri ada juga yang disebut tanah bergerak. Di artikel ini Anda akan
mendapatkan Apakah bisa mendirikan di atas tanah bergerak? Lalu
bagaimana caranya mendirikan bangunan diatas tanah yang bergerak? Akan
kita bahas di dalam artikel berikut ini.
Penyebab
dan Ciri-ciri Tanah Bergerak
Sebelum
itu, perlu kita ketahui bersama, penyebab pergerakan tanah yang satu ini
dikarenakan adanya pergerakan pada lempeng tektonik bumi. Gempa bumi ini dapat
mengakibatkan penurunan permukaan tanah dan juga likuifaksi.
kira-kira apa saja sih ciri-ciri tanah gerak yang perlu diketahui?
Ciri-ciri
tanah gerak sangat mudah untuk diidentifikasi, pasti tidak akan kesulitan dalam
mendefinisikan apakah tanah yang akan dibangun rumah termasuk tanah gerak atau
bukan. Ciri-ciri tanah bergerak lembek adalah saat musim hujan tiba maka
tanahnya seolah-olah menyatu. Kemudian, saat kemarau tiba justru tanahnya akan
mengalami retak-retak dengan lebar 15cm. Kedalaman retakan tanah bergerak
sendiri bisa mencapai 1,50m yang biasanya terjadi pada daerah ekstrim.
Cara
Membangun Rumah di Tanah Bergerak
Menjawab
pertanyaan sebelumnya, mendirikan di atas tanah yang bergerak sangat bisa
dilakukan, untuk bangunan rumah di tanah gerak bisa menggunakan pondasi cakar
ayam. Pondasi ini cocok untuk baik untuk rumah satu lantai hingga rumah
bertingkat. Umumnya, jarak yang ideal antar pondasi kira-kira 3 - 4 meter, dan
ukurannya adalah kisaran 80cm x 80cm x 20cm (tebal). Bisa juga menggunakan
ukuran persegi dengan ukuran berkisar 70cm x 90cm x 20cm (tebal).
Baca
artikel lainnya Refrensi Sarana Kontruksi by: Rumah Residential Anti Gempa
Kemudian
untuk cara membangun rumah di tanah bergerak apabila di
kondisi tanah berlumpur, harus memastikan bahwa sebelum dicor, pastikan pondasi
di bagian bawahnya harus dipasang cerucuk dulu dengan kedalaman ideal adalah 2
- 5 meter. Pondasi Cerucuk adalah salah satu jenis pondasi yang biasanya diaplikasikan
didaerah dengan kondisi tanah yang kurang stabil dimana umumnya dengan jenis
tanah lumpur ataupun tanah gambut dengan elevasi muka air yang cukup tingggi.
Cerucuk dalam defenisinya adalah susunan tiang kayu dengan diameter
antara 8 sampai 15 meter yang dimasukkan atau ditancapkan secara vertikal
kedalam tanah yang ditujukan untuk memperkuat daya dukung terhadap beban
diatasnya. Anda dapat menggunakan kayu gelam, medang, kayu ulin, betangor, ubah
atau dolken dengan jumlah kira-kira 9-16 per titiknya.
Pada
bangunan yang relatif besar dan memiliki tingkat yang tinggi, pondasi akan
menggunakan metode bored pile atau tiang pancang.
Perbedaan
diantara kedua hal tersebut adalah, bahwa bored pile mengharuskan
untuk mengebor tanah terlebih dahulu, lalu bisa dipasang pada rangkaian besi
dengan begel spiral lalu dimasukkan ke adukan beton dan terakhir dipadatkan.
Perhitungan
Banyaknya Tiang Pancang
Untuk tiang
pancang pondasi sendiri, diharuskan untuk mencetak tiangnya terlebih dahulu
baru dipancangkan. Jika rumah yang akan dibangun memiliki satu atau dua lantai,
maka dapat menggunakan besi berdiameter 12 mm, dengan jarak ideal sekitar 10-12
cm. Juga perlu ingat, bahwa selimut beton yang digunakan untuk konstruksi di
bawah tanah minimalnya adalah 3 cm.
Berikut
perhitungan matematisnya: apabila cor pondasi yang digunakan adalah 80 cm x 80
cm x 20 cm, maka ukuran tekukan besi pada bagian luarnya adalah 74 cm x 74 cm x
14 cm. Perhitungannya, jika lebar 74cm, dan jaraknya 10 cm, maka jumlah besi
yang dibutuhkan adalah 74 : 10 = 7,4 (bisa dibulatkan menjadi 8 buah), ditambah
lagi di bagian tepi 1 menjadi 9 buah.
Dikarenakan
2 arah, maka jumlah besinya dapat dikali 2 sehingga 9×2 = 18 buah. Adapun
panjang 1 tekukan besi adalah (2×0,74)+ (2 x0,14) + kait (2x 0,10) = 1.48 +
0,28 + 0,20 = 1.96 meter.
Lalu, jika
satu pondasi jumlahnya 18 buah, maka panjang yang dibutuhkan adalah 18 x 1,96 =
35,28 meter. Apabila 1 batang besi dianggap panjang minimal adalah 10,70 meter
(termasuk bagian yang terbuang), maka per pondasi memerlukan 35,28 / 10,70 =
3,3 batang.
Untuk
perhitungan lebih detil dan perencanaan yang lebih matang untuk bangunan yang
ingin dibangun, #SobatSK perlu untuk mengkomunikasikan dengan arsitek untuk
jenis pondasi yang tepat untuk tanah bergerak.
Komentar
Posting Komentar